Develop career for my future self
Untuk diriku di masa depan yang sedang meniti karir, aku ingin berbagi semangat dan keluguan di masa ini. masa saat aku masih fresh graduate dan mencari jati diri dan work-life integration
pertama aku punya konsep tersendiri tentang dunia kerja, yaitu adalah tempat belajar dan mengasah skill-skill yang dibutuhkan untuk merintis dunia kerja sendiri. dalam artian kerja hanya untuk belajar agar punya usaha sendiri. Kemudian aku mencoba menempatkan diriku sendiri ketika ingin membuat suatu usaha dan siapa yang bisa membantuku untuk membesarkan usahaku, maka aku memasuki ruang berpikir baru sebagai recruiter yang sedang mencari pekerja
untuk seorang business owner sangat wajar untuk mencari kandidat yang paling sempurna diantara pilihan yang ada. yang jadi masalah adalah ketika seorang yang baru mencari kerja kalah bersaing dengan yang sudah memiliki skill dan pengalaman kerja. maka dari itu sangat penting bagi seorang pekerja untuk memiliki skill set dan in-work experienced.
Tapi salah satu yang tidak kalah penting adalah empati. dimana seseorang bisa menempatkan diri menjadi seorang "pemilik" usaha dan mencoba untuk mengatur perusahaannya. Menjadi seorang owner bisnis sudah pasti akan memikirkan bagaimana usahanya dapat berkembang, manuver2 sales-marketing apa yang bisa dilakukan, trend organisasi seperti apa yang efektif dan efisien, serta keterlibatan apa yang bisa dilakukan guna mengembangkan usaha ini.
Seperti pengalaman kerjaku yang sebelum2nya, saya merasa menjadi karyawan adalah sekedar mengikuti jobdesk yang dilakukan. Tak ada inisiatif untuk memulai ide baru, dan tak ada empati menjadi seorang owner bisnis dimana hal itu adalah krusial untuk meniti karir.
Dengan berempati atau menempatkan diri sebagai bisnis owner kita akan memikirkan ide2 dan inisiasi yang dapat dilakukan untuk memajukan suatu bisnis. Ide tersebut tinggal di salurkan pada bidang kerja yang telah ada, atau membuat bidang tersebut jika belum ada. Dan saya berharap jika bidang yang di tunjuk untuk menginisiasi project mampu menempatkan diri menjadi owner agar memahami inti dan tujuan project bukan hanya sekedar melaksanakan jobdesk dengan menyelesaikannya dengan kualitas biasa aja.
menjadi bisnis owner tentu sangat merepotkan, sebab harus mempelajari skillset yang belm pernah dimiliki sebelumnya, mencari tau isu berita yang belum familiar, dan struggle dengan apa yang tidak diketahuinya sedangkan menjadi seorang owner tidak mempunyai waktu untuk melakukan itu semua. disitulah ia melakukan fungsi mangement karyawan sebagai perpanjangan tangnnya dan menuntut karyawannya untuk melakukan tugas2 tertentu. Bagi seorang karyawan yang tidak memiliki empati tentu akan mengeluh dengan tugas yang diluar jobdesk, namun disitulah kesempatan untuk membuktikan diri apalagi jika berada di perusahaan yang baru. Bisa jadi elit perusahaan melihat usaha kita dan berfikir akan mengagkat kita ke jenjang karir selanjutnya, disitulah leadership
Jadi ketika kita berempati sebagai owner bisnis, kita akan mendapatkan leadership bawaan, dan mampu melakukan inisiasi2 terhadap pengembangan bisnis.
Sebagai seorang yang menilai diri sebagai dominan plegmatis dan melankolis, empati dalah hal yang mudah, berikutnya adalah meningkatkan skill seperti bisnis plan, communication, dan leadership. itu sudah menjadi kunci untuk awal karir yang bagus.
buat diriku yang merasa stuck pada karir yang membosankan dan minim achievment, cobalah untuk membaca tulisan ini dan ber empati lebih jauh, dan luas pada sekitar sebab kesuksesan adalah integrasi secara profesional terhadap alam sekitar, pada manusia, serta kerja sebagai ibadah unntuk membuat dunia lebih baik!
Tips for me
1. mencari kerja yang sesuai itu sangat susah. kendalanya adalah di jobdesc yang diinginkan dengan skill yang tidak sinkron, dan juga requirement pengalaman kerja. jadi saat ada fikrian untuk mencari kerja lain, baiknya analisis akan pindah kemana sebab memasuki masa2 nganggur sangat memakan waktu dan pikiran. jadi jika belum mengambil skill, dan work-experienced yang cukup sebaiknya jangan resign, karna cari kerja susah haha
2.ketika kurang achievment coba untuk mencari role model, bukan hanya di innercorp, tapi juga role model di luar innercorp. itu untuk memotivasi bahwa diluar sana ada yang meniti karir lebih cepat karena mau berusaha
3. Dunia kerja pada intinya adalah akusisi skill dan apply it to the best of work. yang menakutkan skill2 yang ada terus berkembang seiring dengan dunia usaha, wajib bagi kita untuk upgrade skill2 yang ada
Pesan dari fresh graduate pengangguran
cheers~
pertama aku punya konsep tersendiri tentang dunia kerja, yaitu adalah tempat belajar dan mengasah skill-skill yang dibutuhkan untuk merintis dunia kerja sendiri. dalam artian kerja hanya untuk belajar agar punya usaha sendiri. Kemudian aku mencoba menempatkan diriku sendiri ketika ingin membuat suatu usaha dan siapa yang bisa membantuku untuk membesarkan usahaku, maka aku memasuki ruang berpikir baru sebagai recruiter yang sedang mencari pekerja
untuk seorang business owner sangat wajar untuk mencari kandidat yang paling sempurna diantara pilihan yang ada. yang jadi masalah adalah ketika seorang yang baru mencari kerja kalah bersaing dengan yang sudah memiliki skill dan pengalaman kerja. maka dari itu sangat penting bagi seorang pekerja untuk memiliki skill set dan in-work experienced.
Tapi salah satu yang tidak kalah penting adalah empati. dimana seseorang bisa menempatkan diri menjadi seorang "pemilik" usaha dan mencoba untuk mengatur perusahaannya. Menjadi seorang owner bisnis sudah pasti akan memikirkan bagaimana usahanya dapat berkembang, manuver2 sales-marketing apa yang bisa dilakukan, trend organisasi seperti apa yang efektif dan efisien, serta keterlibatan apa yang bisa dilakukan guna mengembangkan usaha ini.
Seperti pengalaman kerjaku yang sebelum2nya, saya merasa menjadi karyawan adalah sekedar mengikuti jobdesk yang dilakukan. Tak ada inisiatif untuk memulai ide baru, dan tak ada empati menjadi seorang owner bisnis dimana hal itu adalah krusial untuk meniti karir.
Dengan berempati atau menempatkan diri sebagai bisnis owner kita akan memikirkan ide2 dan inisiasi yang dapat dilakukan untuk memajukan suatu bisnis. Ide tersebut tinggal di salurkan pada bidang kerja yang telah ada, atau membuat bidang tersebut jika belum ada. Dan saya berharap jika bidang yang di tunjuk untuk menginisiasi project mampu menempatkan diri menjadi owner agar memahami inti dan tujuan project bukan hanya sekedar melaksanakan jobdesk dengan menyelesaikannya dengan kualitas biasa aja.
menjadi bisnis owner tentu sangat merepotkan, sebab harus mempelajari skillset yang belm pernah dimiliki sebelumnya, mencari tau isu berita yang belum familiar, dan struggle dengan apa yang tidak diketahuinya sedangkan menjadi seorang owner tidak mempunyai waktu untuk melakukan itu semua. disitulah ia melakukan fungsi mangement karyawan sebagai perpanjangan tangnnya dan menuntut karyawannya untuk melakukan tugas2 tertentu. Bagi seorang karyawan yang tidak memiliki empati tentu akan mengeluh dengan tugas yang diluar jobdesk, namun disitulah kesempatan untuk membuktikan diri apalagi jika berada di perusahaan yang baru. Bisa jadi elit perusahaan melihat usaha kita dan berfikir akan mengagkat kita ke jenjang karir selanjutnya, disitulah leadership
Jadi ketika kita berempati sebagai owner bisnis, kita akan mendapatkan leadership bawaan, dan mampu melakukan inisiasi2 terhadap pengembangan bisnis.
Sebagai seorang yang menilai diri sebagai dominan plegmatis dan melankolis, empati dalah hal yang mudah, berikutnya adalah meningkatkan skill seperti bisnis plan, communication, dan leadership. itu sudah menjadi kunci untuk awal karir yang bagus.
buat diriku yang merasa stuck pada karir yang membosankan dan minim achievment, cobalah untuk membaca tulisan ini dan ber empati lebih jauh, dan luas pada sekitar sebab kesuksesan adalah integrasi secara profesional terhadap alam sekitar, pada manusia, serta kerja sebagai ibadah unntuk membuat dunia lebih baik!
Tips for me
1. mencari kerja yang sesuai itu sangat susah. kendalanya adalah di jobdesc yang diinginkan dengan skill yang tidak sinkron, dan juga requirement pengalaman kerja. jadi saat ada fikrian untuk mencari kerja lain, baiknya analisis akan pindah kemana sebab memasuki masa2 nganggur sangat memakan waktu dan pikiran. jadi jika belum mengambil skill, dan work-experienced yang cukup sebaiknya jangan resign, karna cari kerja susah haha
2.ketika kurang achievment coba untuk mencari role model, bukan hanya di innercorp, tapi juga role model di luar innercorp. itu untuk memotivasi bahwa diluar sana ada yang meniti karir lebih cepat karena mau berusaha
3. Dunia kerja pada intinya adalah akusisi skill dan apply it to the best of work. yang menakutkan skill2 yang ada terus berkembang seiring dengan dunia usaha, wajib bagi kita untuk upgrade skill2 yang ada
Pesan dari fresh graduate pengangguran
cheers~
Komentar
Posting Komentar